First Time in an Accident
Tepat pada tanggal 17 Agustus 2024, seluruh Indonesia tengah merayakan semarak hari kemerdekaan yang ke-79. Di hari yang sama, teman seperjuangan saya pada masa kuliah melangsungkan resepsi pernikahannya. Tentu saja sebagai teman yang baik, saya tidak ingin melewatkan momen tersebut, iya, saya harus hadir di sana. Meskipun pada saat itu, posisi saya sedang menuntut ilmu di salah satu Pondok Pesantren yang ada di Yogyakarta sedangkan rumah teman saya berada di Semarang. Akhirnya ketika sampai hari H, ditemani oleh salah satu teman sekamar saya, kami berdua nekat pergi menaiki sepeda motor. Sekitar pukul 13.30 WIB kami memulai perjalanan, dengan cepat kami telah melewati batas kota, hingga sampailah kami di daerah Muntilan. Saya yang melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi sangat terkejut ketika ada seorang bapak yang menghentikan motornya secara tiba-tiba. Sontak saya reflek menginjak pedal rem dan melepas stang motor yang akhirnya membuat saya dan teman saya terjatuh. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya sedikit nyeri karena luka dan lebam di kaki. Bapak yang tadi hampir tertabrak pun terlihat baik-baik saja dan tidak terluka sedikit pun karena saya sempat membanting stir.
Setelah kejadian tersebut kami berdua langsung menyimpulkan, Iki mergo adewe Ra ijin sih mba, fiks ncen mergo Ra ijin. Sambil menahan rasa sakit, kami pun melanjutkan perjalanan dengan lebih berhati-hati daripada sebelumnya. Tiba lah kami di daerah Secang, mata kami dimanjakan oleh arak-arakan karnaval yang begitu panjang, namun senyum manis dan sapaan dari adik-adik TK sedikit melepas penat kami akibat kecelakaan tadi.
Pukul 16.30 WIB sampailah kami di acara resepsi lalu memutuskan untuk pulang setelah mengucap selamat dan melepas rindu dengan Shohibul hajat, kira-kira waktu itu ba'da Maghrib. Kemudian Ba'da Isya' kami pergunakan untuk beristirahat selama dua jam lebih di Masjid Secang, sempat ada keinginan untuk tidak pulang dan menginap saja di masjid tersebut, tapi dengan penuh pertimbangan akhirnya pulang menjadi pilihan utama kami.
Jadi, bagi teman-teman pembaca di mana pun kalian berada, ketika kalian hendak pergi kemana pun itu jangan lupa mintalah Ridho dan izin dari orang-orang di sekitar kalian, baik itu Orang Tua, Pak Yai/Bu Nyai, Tetangga, teman-teman, saudara dan atau siapa pun itu, karena barangkali Ridho dan do'a baik dari mereka dapat menyertai perjalananmu nantinya.
Terima kasih sudah membaca tulisan ini dari awal hingga akhir. Mohon maaf apabila terdapat salah penulisan dan kata-kata yang kurang berkenan di hati. Mari jalin silaturahmi dengan pantengin terus blog aku ini.
Komentar
Posting Komentar